Arsitektur Nusantara pada prinsipnya senantiasa memegang teguh kaidah-kaidah
kehidupan bersama. Arsitektur Nusantara menempatkan dirinya sebagai bagian
dari lingkungannya, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial (manusia).
Manusia Nusantara memaknai ‘rumah’ bukan hanya pada bangunan yang dihuninya
saja tetapi juga lingkungan sekitar di luar bangunan tempat tinggalnya. Oleh karena
itu, pengelolaan lingkungan akan meliputi wilayah yang lebih luas dari sekedar
bangunan tempat tinggalnya saja. Arsitektur Nusantara terbukti mampu
mengantisipasi permasalahan-permasalahan lingkungan, mulai dari kenyamanan
termal, curah hujan yang, tinggi, gempa bumi, banjir, dan sebagainya. Arsitektur
Nusantara juga peka terhadap lingkungan sosial. Arsitekturnya menunjukkan
tersedianya ruang bersama sebagai wadah kehidupan sosial mereka (Pangarsa,
2006). Karakter utama Arsitektur Nusantara yang hidup bersama dengan
lingkungan alam dan lingkungan sosial (manusia) itulah yang menjadi penciri khas.
Buku ini hadir dengan tetap membawa ruh dan semangat: Tak kenal maka tak
sayang. Pepatah ini tepat melatari mengapa buku ini diterbitkan kembali mengingat
belum begitu banyaknya buku arsitektur yang menarasikan wujud rumah-rumah di
Nusantara. Pengenalan ini penting untuk dilakukan guna memperkenalkan
khasanah rumah-rumah di Nusantara sebagai dasar dalam mempelajari nilai-nilai
vernakularitas di dalamnya. Nilai inilah yang sangkil dalam meng-kini-kan
arsitektur Nusantara. Tidak hanya dalam ranah desain namun pula dalam ranah
penelitian lebih lanjut mengenai prinsipnya dalam mempelajari bagaimana rumah-
rumah ini menganggapi budaya, iklim dan kondisi lingkungan.
Buku ini merupakan lanjutan hasil kompilasi kajian rumah-rumah di Nusantara
yang dipaparkan secara tipologis untuk memahami dinamika visual, spasial
maupun strukturalnya. Secara tipologis, buku ini menarasikan 11 tambahan
khasanah bentuk rumah-rumah di Nusantara, melengkapi edisi pertama yang
menyajikan 29 rumah Nusantara. Penelusuran ini dilakukan dengan membedah
tampak rumah, tatanan ruang hingga pada elemen material konstruksi yang
membentuk rumah agar memudahkan peserta didik dalam mengenali aspek
maupun elemen rumah Nusantara. Upaya ini merupakan langkah awal untuk
memudahkan pemahaman yang berguna nantinya dalam merekontekstualisasikan
nilai, filosofi, dan konsep desain yang terkandung dalam rumah-rumah Nusantara.
Buku ini dapat menjadi basis data yang harapannya dapat dimanfaatkan khususnya
bagi mahasiswa arsitektur dalam mengenali rumah-rumah masyarakat Nusantara.